Ketika Cintaku Tak Direstui Orang Tuaku
Juni 16, 2009 at 5:59 am 16 komentar
Nama ku yuli aku tinggal di daerah jaticempaka podok gede.Aku mempunyai suatu kisah yang sudah lama sekali terjadi….dan hampir aku lupakan. Tapi sekarang aku jadi mengingatnya kembali….
Dulu saat aku duduk di bangku SMP, aku memiliki seorang pacar yang usianya 6 tahun di atas ku, saat itu aku berusia 14 tahun dan dia 20 tahun. Kami bertemu di sebuah acara pengajian di dekat rumahku. Awalnya aku ga tau kalau dia itu 6 tahun lebih tua dari aku jadi aku ga manggil dia dengan sebutan kakak, mas, atau sebagainya, aku hanya memanggil namanya saja.
Saat pertemuan kedua aku sudah merasakan ada sikapnya yang aneh kepadaku, aku ga tau kenapa. Seusai acara tiba – tiba dia memanggilku dan tanpa ku sangka – sangka dia menyatakan isi hatinya kepadaku. Dia bilang kalau dia sudah lama menyimpan rasa suka kepadaku, tapi aku hanya cuek saja. Saaat dia meminta jawaban atas pernyataannya kepadaku, aku hanya bisa bilang bahwa aku tidak dapat menjawab sekarang. Akhirnya dia memberikan waktu 1 minggu untuk ku berfikir.
Tibalah saat yang ditunggu-tunggu, sehabis acara pengajian itu dia menunggu ku di pintu keluar. Dan dia menunggu ku dengan wajah yang berseri-seri dan dia menanyakan lagi mengenai apa jawaban ku atas pernyataan cintanya itu. Dan dengan malu – malu akhirnya aku menjawab “iya aku mau jadi pacar kamu”. Dan akhirnya kami pun resmi jadian.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Aku dan dia tetap bersama, hampir 1 tahun aku berpacaran dengan dia. Tapi di suatu malam saat aku di panggil oleh ayahku, ayahku berbicara bahwa dia sudah mengetahui mengenai hubunganku dengan pacarku itu. Alangkah terkejutnya aku saat ayah ku berkata seperti itu. Namun yang membuat aku lebih terkejut lagi ayahku bilang bahwa ayah tidak menyetujui hubungan ku dengan pacarku itu. Dengan alasan dia tidak pantas menjadi pacar kamu, dia lebih pantas menjadi kakak kamu. Apa hanya karena dia 6 tahun lebih tua dari aku, sehingga aku ga boleh berpacaran dengannya….(sungguh alasan yang tak masuk akal) karena setau ku cinta itu tak pandang umur, harta, dan tahta.
Aku sudah menjelaskan bahwa aku sudah merasa nyaman berada didekatnya, tetapi ayahku tak mau mendengar alasan ku. Pada akhirnya aku di paksa ayahku untuk memutuskan hubungan ku dengan dia. Dengan perasaan sedih akhirnya aku menelepon dia dan bilang kalau aku ingin bertemu….
Dan akhirnya aku dan dia bertemu, tanpa basa – basi lagi aku bilang bahwa aku tak bisa lagi meneruskan hubungan dengannya. Dan alangkah terkejutnya dia setelah mendengar apa yang baru saja aku ucapkan. Dan dia pun menanyakan alasannya, dengan nada yang terbata – bata aku menjawab kalo ayahku tak menyetujui hubungan kita, air mata tiba – tiba saja jatuh dengan sendirinya.
Dan akhirnya dia mengerti akan keadaanku, dan dia merelakan putusnya hubungan kita. Aku senang karena dia mengerti akan keadaan ku, tapi di sisi lain aku sedih karena aku harus kehilangan dia. Pada akhirnya dia hanya bisa menganggapku sebagai adik angkatnya saja. Tapi tak apalah yang penting aku dan dia tetap berhubungan walaupun bukan sebagai pacar….
Itulah CINTA yang telah aku korbankan untuk kebahagiaan orang tuaku.
Nah itulah kisah cintaku…..
Entry filed under: KBM. Tags: air mata, cinta, pengorbanan.
16 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
Nengyuli itu anak pertama dari 2 bersaudara, memiliki sahabat yang banyak...... salah satunya adalah 


1.
kenanga | Juni 16, 2009 pukul 10:39 am
good……
harus gitu donk…kenal dengan baik-baik putus pun harus dengan baik-baik dan harus tetep jadi teman……ke 4 mantanku aza masih berteman sama aku.
terus skarang uda ketemu belom penggantinya…????n yang terjerat cinta pada seseorang kemarin uda clear belom yaaaaaaaaaaaa……..???????
2.
andipeace | Juni 16, 2009 pukul 10:42 am
neng yang coment isinya good…….
harus gitu donk yang atas nama kenanga itu saya yang coment…..
hehehe lupa nama web n emailnya kenanga nggak saya ganti…
sorry
======================================================
Knapa ga di apus nama kenanganya….
Aduh ceroboh bgt ceh ka…..
3.
antokoe | Juni 16, 2009 pukul 5:22 pm
ketika cintamu tak direstui orang tuamu,
tapi aku merestui sepenuh hati kalau neng yuli blog ini hidup dan penuh warna
==================================================
Ah bpak bsa ja….
4.
Hariez | Juni 16, 2009 pukul 5:43 pm
cinta butuh pengorbanan…lanjutkan kisah cintamu dik..
setuju sama Pak.Anto..
-salam- ^_^
====================================================
Ya mksih yach atas komennya……
5.
dafhy | Juni 17, 2009 pukul 8:06 am
dinta tak harus memiliki bukan?
tetap tegar hadapi hidup ya…….
karena perjalanan ini masih panjang dan jika dia jodohmu pasti akan dipertemukan kembali
======================================================
Ya aku ga berharap tuk jadi pcarnya lagi, karena ku lebih nyaman jika dia jadi kakak aku aja….
Aku takut jika aku pacaran dengan dia belom tentu keadaannya seperti dulu….
6.
Jaya | Juni 17, 2009 pukul 10:25 am
Kalau cinta ya harus memiliki… kalau kita tidak merasa memilikinya, gimana mau menjaganya dengan baik…
7.
hosen habibie | Juni 18, 2009 pukul 5:41 am
yang sabar,,mungkin suatu saat nanti kan dapatkan yang terbaik
8.
sekartaji | Juni 18, 2009 pukul 1:57 pm
sekarang sdh ada penggantinya kan Yul? apa lg dalam rangka CLBK?
===================================================
Alhamdulillah sudah ada penggantinya ko…..
dalam rangka CLBK ???? Maksudnya????
9.
achoey | Juni 18, 2009 pukul 4:44 pm
Semangat!
10.
teadonk | Juni 19, 2009 pukul 9:36 am
Aloeslah perjuangan pasti akan membawakan hasil ajiblah
11.
purwaka | Juni 19, 2009 pukul 10:29 am
just keep moving forward
12.
suwung | Juni 19, 2009 pukul 3:41 pm
kep smiling mohon dibaca tulisanku kerikil kehidupan trims
13.
Hamster Copo | Juni 21, 2009 pukul 5:11 pm
Oooow sabar yaa neng!! moga saja semua itu ada hikmahnya dan menjadi pembelajaran yang bermanfaat,,amiin
======================================================
Pembelajaran yang sangat berharga….
14.
Bang Dje | Juni 22, 2009 pukul 8:08 pm
Saya kira ada alasan yang lebih besar di sini drpd sekedar beda usia.
15.
adicahblora | Juni 24, 2009 pukul 4:18 am
cinta itu perlu perjuangan dan pengorbanan
16.
yudiasik | Juli 7, 2009 pukul 9:22 am
Dah jangan suka ngelawan orang tua nanti kualat…